← arsip

Perplexity Rilis Teammates: Tim Agent AI yang Kerja 24 Jam

Perplexity Rilis Teammates: Tim Agent AI yang Kerja 24 JamPerplexity Rilis Teammates: Tim Agent AI yang Kerja 24 JamPerplexity Rilis Teammates: Tim Agent AI yang Kerja 24 JamPerplexity Rilis Teammates: Tim Agent AI yang Kerja 24 Jam
1 / 4

Perplexity baru aja ngeluarin Teammates, fitur baru yang ngubah cara kita mikir soal agent AI. Bukan lagi satu asisten yang nunggu perintah, tapi satu tim agent AI yang kerja terus 24 jam, bahkan pas kamu lagi tidur atau offline. Tiap agent di tim itu punya peran sendiri, dan mereka semua berbagi ingatan tim yang sama. Kabar ini diumumin tanggal 5 November 2026, dan langsung jadi bahan obrolan karena harganya yang bikin banyak orang mikir dua kali.

Kenapa berita ini penting? Karena arah industri AI lagi geser dari asisten tunggal ke tim agent yang bisa kerja mandiri. OpenAI punya Dots, Anthropic punya Claude Duet, dan sekarang Perplexity ikut masuk arena yang sama dengan Teammates. Bedanya, Perplexity masang harga yang jauh lebih tinggi dari pesaingnya. Di artikel ini kita bahas lengkap: apa itu Teammates, gimana cara kerjanya, apa yang bisa dia lakuin, dan satu template praktis yang bisa kamu pakai sekarang buat rancang tim AI kamu sendiri, gratis.

Latar belakang: dari asisten jadi tim kerja

Selama ini agent AI dikenal sebagai asisten: kamu kasih perintah, dia kerjain, selesai. Perplexity mau ngubah gambaran itu. CEO Perplexity, Aravind Srinivas, bilang di X kalau kita harus mulai memperlakukan agent AI sebagai pekerja mandiri, bukan cuma asisten. Kalimat itu jadi inti dari Teammates.

Teammates dibangun di atas Perplexity Computer, sistem AI Perplexity yang bisa menjalankan agent di perangkat pengguna. Kalau Computer itu soal menjalankan agent di perangkatmu, Teammates naik satu level: kolaborasi antar agent buat ngerjain pekerjaan besar yang berkelanjutan. Jadi bukan satu tugas sekali jalan, tapi pekerjaan yang terus berjalan dari hari ke hari.

Langkah ini juga jadi jawaban Perplexity buat OpenAI dan Anthropic. OpenAI punya Dots dan Anthropic punya Claude Duet, dua-duanya agent kerja yang bisa jalanin banyak tugas secara bersamaan. Perplexity masuk ke arena yang sama, tapi dengan harga yang menurut The Verge jauh lebih mahal dari tawaran sejenis.

Detail utama: gimana Teammates bekerja

Cara kerja Teammates gampang dibayangin kayak bangun tim kecil di kantor. Kamu bisa bikin beberapa Teammate sekaligus, tiap Teammate dikasih peran yang beda, dan mereka kerja bareng dengan ingatan tim yang sama. Artinya, apa yang diketahui satu agent bisa dipakai agent lain di tim yang sama.

Tiap Teammate bisa dikasih peran kayak chief of staff, researcher, marketing manager, atau sales lead. Peran ini bukan sekadar label. Tiap peran datang dengan jenis tugas yang beda. Seorang researcher bisa disuruh mantau kompetitor dan ngumpulin data. Seorang marketing manager bisa disuruh bikin kampanye. Seorang sales lead bisa disuruh hubungin pelanggan. Dan semua itu bisa jalan bersamaan, bukan antre satu-satu.

Teammates bisa kerja di dua tempat: di cloud dan di perangkatmu sendiri lewat Perplexity Computer. Mereka juga bisa nyambung ke aplikasi yang kamu pakai sehari-hari, kayak Gmail dan Google Calendar. Selain itu mereka bisa pakai konteks dari proyek kamu yang udah ada di Perplexity, dan bisa bikin custom skill sendiri buat tugas yang spesifik.

Yang bikin konsep ini beda dari sekadar chatbot adalah soal pengawasan. Kamu bisa mantau status tiap Teammate dari satu dashboard pusat. Kalau ada tugas yang selesai, kamu dapat notifikasi lewat aplikasi atau email. Kamu juga bisa kasih feedback ke Teammate atau nambahin tugas baru ke mereka. Tiap Teammate punya thread-nya sendiri, jadi kamu bisa lihat apa yang lagi dikerjain masing-masing.

Contoh tugas yang disebut Perplexity cukup konkret: bikin kampanye marketing, ngumpulin intelijen kompetitor, bangun dashboard internal, sampai outreach ke pelanggan. Bahkan disebut juga kalau Teammates bisa ngerjain tugas yang biasanya dikerjain pegawai junior. Itu klaim yang berani, dan jadi bahan debat sendiri: sampai sejauh mana pekerjaan junior bisa diserahkan ke agent.

Yang bisa langsung dicoba: rancang tim AI kamu

Bagian ini yang paling penting buat kamu, karena bisa langsung dipraktekkan walau kamu belum langganan apa-apa. Sebelum mikir soal harga, rancang dulu tim AI yang kamu butuhin. Pakai template tiga langkah ini.

Langkah pertama, tulis 3 peran yang mau kamu delegasikan. Ambil contoh dari Perplexity: researcher, marketing manager, dan sales lead. Atau sesuaikan sama kerjaanmu: kalau kamu mahasiswa, perannya bisa jadi researcher, penulis, dan pengingat jadwal. Kalau kamu jualan online, perannya bisa jadi admin chat, riset kompetitor, dan pembuat konten.

Langkah kedua, tiap peran kasih 1 tugas konkret yang terukur. Jangan tulis tugas yang abstrak kayak bantuin riset. Tulis yang spesifik, misal researcher: pantau kompetitor tiap pagi dan rangkum 3 perubahan terpenting. Marketing manager: bikin 1 ide kampanye tiap minggu. Sales lead: susun daftar 10 calon pelanggan tiap hari. Tugas yang konkret bikin kamu bisa nilai hasilnya.

Langkah ketiga, catat sumber datanya. Teammates bisa nyambung ke Gmail, Google Calendar, dan proyek yang udah ada. Tulis buat tiap peran: data apa yang dia butuhin. Researcher butuh akses ke berita dan situs kompetitor. Marketing manager butuh kalender kampanye. Sales lead butuh daftar kontak dan riwayat chat. Dengan daftar ini, begitu kamu pakai tool agent apa pun, kamu udah siap, tinggal eksekusi.

Simpan rancangan ini di catatanmu. Template ini gratis dan bisa dipakai buat tool agent apa pun, bukan cuma Teammates. Intinya: sebelum delegasi ke AI, kamu harus jelas dulu soal peran, tugas, dan data.

Dampak dan kenapa penting

Teammates nunjukin satu pergeseran besar: AI bukan lagi alat yang kamu pakai sesekali, tapi rekan kerja yang jalan terus. Kalau dulu kita nanya apa yang bisa AI bantu hari ini, sekarang pertanyaannya berubah jadi tim AI apa yang kamu bangun buat kerjaanmu. Itu perubahan cara pikir yang lumayan besar.

Di sisi lain, ada harga yang nggak bisa diabaikan. Teammates cuma jalan di paket Perplexity Max seharga 200 dolar per bulan. Buat banyak orang, angka itu langsung jadi penghalang. The Verge nyebut tawaran Perplexity ini jauh lebih mahal dari agent sejenis dari OpenAI dan Anthropic. Jadi walau fiturnya menarik, aksesnya terbatas buat yang sanggup bayar paket tertinggi.

Ini juga ngebuka pertanyaan soal siapa yang bakal pakai duluan. Harga segitu lebih masuk akal buat tim kecil atau perusahaan yang memang mau gantiin sebagian kerja operasional dengan agent. Buat pengguna individu, apalagi mahasiswa, 200 dolar per bulan jelas bukan angka yang enteng. Di sinilah template rancangan tim di atas jadi relevan: kamu bisa mulai dari perencanaannya dulu, tanpa harus bayar apa-apa.

Pernyataan CEO Perplexity soal agent sebagai pekerja mandiri juga bakal terus jadi perdebatan. Kalau agent diperlakukan kayak pekerja, siapa yang tanggung jawab kalau hasilnya salah? Siapa yang nilai kinerjanya? Pertanyaan-pertanyaan ini belum ada jawaban pastinya, tapi pergeseran ini udah mulai jalan dan bakal makin sering kita dengar.

Apa selanjutnya

Yang paling menarik ditunggu adalah respon pasar. Apakah Teammates bakal narik pengguna Max baru, atau justru harganya bikin orang nunggu sampai ada paket yang lebih murah? Perplexity belum ngasih detail soal tanggal peluncuran per wilayah atau ketersediaan di luar paket Max, berdasarkan informasi yang bisa diakses dari artikel sumbernya.

Buat kamu yang penasaran, langkah paling masuk akal adalah mulai dari template di atas. Rancang tim kamu, tulis peran dan tugasnya, dan catat sumber datanya. Kalau nanti ada agent kerja yang lebih terjangkau, entah dari Perplexity atau dari pesaingnya, kamu udah punya cetak biru yang tinggal dipakai. Dan kalau kamu udah langganan Max, Teammates bisa langsung dicoba.

Buat yang mau baca sumber aslinya, link artikel The Verge ada di bawah. Edisi berita AI berikutnya tayang besok pagi jam 09:36.

Sumber: The Verge, Perplexity launches its own take on AI agents for work

kasih rating tulisan ini

belum ada penilaian

baca juga

→ 6 November 2026 ChatGPT Business Gratis 6 Bulan buat Seller Shopee ChatGPT Business Gratis 6 Bulan buat Seller Shopee → 6 November 2026 Telko Indonesia Jualan Token AI: OCTA, TokenKu, dan Cloudeka AI Telko Indonesia Jualan Token AI: OCTA, TokenKu, dan Cloudeka AI → 5 November 2026 Spill Repo Skill OpenCode Edisi #16: Dari Cowork Agent sampai Skill Nulis Novel Spill Repo Skill OpenCode Edisi #16: Dari Cowork Agent sampai Skill Nulis Novel

komentar / 0

Belum ada komentar. Jadi yang pertama.