← arsip

Telko Indonesia Jualan Token AI: OCTA, TokenKu, dan Cloudeka AI

Telko Indonesia Jualan Token AI: OCTA, TokenKu, dan Cloudeka AITelko Indonesia Jualan Token AI: OCTA, TokenKu, dan Cloudeka AITelko Indonesia Jualan Token AI: OCTA, TokenKu, dan Cloudeka AITelko Indonesia Jualan Token AI: OCTA, TokenKu, dan Cloudeka AI
1 / 4

Tiga perusahaan telekomunikasi besar Indonesia sekarang jualan token AI. Telkomsel sudah rilis OCTA, Hypernet yang merupakan anak usaha XL sudah rilis TokenKu.ai, dan Lintasarta yang merupakan anak usaha Indosat sudah rilis Cloudeka AI. Ketiganya menawarkan hal yang sama: akses ke banyak model AI lewat satu tempat, dan bayarnya pakai rupiah, bukan dolar.

Pola ini mirip OpenRouter, platform yang sudah lama dikenal developer sebagai toko serba ada buat token AI. Bedanya, kali ini yang jualan adalah telko lokal, dengan tagihan rupiah dan dukungan yang lebih dekat sama pengguna Indonesia. Buat developer yang selama ini pusing ngurus banyak langganan AI sekaligus, ini kabar yang menarik. Buat yang baru mulai bangun aplikasi AI, ini juga bikin langkah pertama jadi jauh lebih gampang.

OCTA dari Telkomsel: token Claude dan Gemini pakai kredit

OCTA adalah toko token AI dari Telkomsel. Di halaman modelnya, OCTA menampilkan model-model besar yang selama ini cuma bisa dipakai lewat langganan resmi masing-masing penyedia: Claude Opus 5, Claude Opus 5.5, Claude Sonnet 5, Claude Opus 4.8, Claude Opus 4.7, Gemini 3.1 Pro Preview, Gemini 3.5 Flash Global, Gemini 3 Flash Preview, dan Gemini 3.7 Flash.

Harganya dihitung pakai OCTA Kredit per 1 juta token, dibedakan antara input dan output. Contohnya, Claude Sonnet 5 dipatok 31.500 kredit buat input dan 157.500 kredit buat output per 1 juta token, dengan context 1 juta token. Claude Opus 5 lebih mahal: input 78.841 kredit dan output 393.840 kredit per 1 juta token, dengan context 200 ribu token. Gemini 3 Flash Preview jauh lebih murah, input 7.920 kredit dan output 47.340 kredit per 1 juta token. Semua model di halaman itu sedang ada label diskon 10%.

OCTA juga menyediakan menu API Key dan dokumentasi API, jadi tokennya bisa langsung dipakai dari aplikasi lewat API, bukan cuma lewat chat di website. Ini yang bikin OCTA relevan buat developer, bukan cuma buat pengguna akhir.

TokenKu.ai dari Hypernet: satu gateway, 120+ model

TokenKu.ai adalah produk Hypernet Technologies, anak usaha XL. Tagline-nya jelas: satu gateway buat semua model AI, satu tagihan rupiah, top up sekali lalu bebas pilih model. Di halaman depannya, TokenKu.ai mengklaim menyediakan lebih dari 120 model AI.

Daftar modelnya panjang: DeepSeek V4 Pro, V3.2, dan V4 Flash dengan diskon 25%, Qwen 3.7 Max dan 3.7 Plus dengan diskon 20%, Claude dari Fable 5, Opus 5, Opus 4.8, Opus 4.7, Opus 4.6, Sonnet 4.6, Sonnet 5, sampai Haiku 4.5 dengan diskon 20%, Gemini dari 3.1 Pro Preview sampai 3.5 Flash Lite dengan diskon 20%, ChatGPT dari GPT-5.6 Sol sampai GPT-5.2 dengan diskon 20%, dan Grok 4.5 serta 4.3.

Cara pakainya dibuat sesederhana mungkin, dan langkahnya ditulis langsung di halaman mereka: pertama ambil API key, kedua tambahkan base URL dan API key ke aplikasimu, ketiga jalankan model apa saja dari satu platform, keempat pantau pemakaian karena kuotanya tercatat jelas tanpa biaya tersembunyi. Klaim hematnya sampai 25% dibanding langganan terpisah.

Cloudeka AI dari Lintasarta: sudah live, detail masih tertutup

Cloudeka AI adalah layanan dari Lintasarta, anak usaha Indosat. Situsnya di ai.cloudeka.id sudah live, tapi halaman depannya langsung menampilkan layar sign in ke portal Cloudeka, jadi daftar model, harga, dan detail API-nya belum bisa dilihat publik tanpa login. Yang bisa dipastikan dari luar cuma satu: layanannya sudah berjalan.

Buat pembaca, ini artinya Cloudeka AI untuk sekarang paling relevan buat pelanggan Lintasarta yang sudah punya akun di portal Cloudeka. Kalau kamu bukan pelanggan mereka, OCTA dan TokenKu.ai yang halaman depannya terbuka jauh lebih gampang dicoba.

Kabarnya Indosat dan XL mau rilis sendiri

Selain tiga yang sudah rilis, kabarnya Indosat dan XL juga mau merilis layanan sejenis yang mirip OCTA. Penting dicatat: ini masih kabar, bukan pengumuman resmi. Belum ada tanggal, nama produk, atau detail harga yang bisa diverifikasi. Kalau kabar ini benar, artinya persaingan token AI lokal bakal makin ramai, dan yang diuntungkan adalah pengguna karena pilihan makin banyak dan harga makin ditekan.

Coba sendiri: 3 langkah pakai token AI lokal

Buat yang penasaran dan mau coba sendiri, caranya tidak ribet. Tiga langkah ini cukup buat mulai.

Langkah pertama, daftar di OCTA atau TokenKu.ai dan ambil API key dari menu yang tersedia. Langkah kedua, top up saldo pakai rupiah, sekali top up sudah bisa dipakai buat banyak model. Langkah ketiga, ganti base URL dan API key di aplikasimu ke yang baru, lalu panggil model yang kamu mau. Kalau aplikasimu sudah bisa bicara ke API model AI, pergantian ini biasanya cuma soal ganti dua baris konfigurasi.

Kenapa ini penting buat developer Indonesia

Kenapa ini penting? Selama ini developer Indonesia yang mau pakai model AI kelas atas harus berurusan dengan pembayaran dolar, kartu kredit internasional, dan banyak akun langganan yang tagihannya datang sendiri-sendiri. Satu gateway lokal dengan tagihan rupiah memotong semua keribetan itu. Buat mahasiswa dan developer indie, harga token yang transparan dan bisa dibeli dalam jumlah kecil juga bikin eksperimen AI jadi jauh lebih murah buat dimulai.

Di sisi lain, persaingan baru saja mulai. Tiga layanan sudah live, dua lagi kabarnya menyusul. Harga, jumlah model, dan kualitas layanan bakal jadi ajang adu cepat. Buat pengguna, ini saat yang bagus buat mencoba dan membandingkan, sebelum salah satu dari mereka mengunci pasar.

Peka bakal terus mantau perkembangan toko token AI lokal ini, termasuk kalau kabar Indosat dan XL akhirnya jadi pengumuman resmi. Kalau kamu sudah coba salah satunya, ceritain pengalamanmu di kolom komentar: mana yang paling gampang dipakai dan paling hemat?

Sumber: OCTA Telkomsel, TokenKu.ai, Cloudeka AI.

kasih rating tulisan ini

belum ada penilaian

baca juga

→ 7 November 2026 OpenAI Tembus Valuasi 1,25 Triliun Dolar, Anthropic Mau IPO OpenAI Tembus Valuasi 1,25 Triliun Dolar, Anthropic Mau IPO → 6 November 2026 Spill Repo Skill Antigravity Edisi #17: Dari Otomasi Android sampai Workflow Superpowers Spill Repo Skill Antigravity Edisi #17: Dari Otomasi Android sampai Workflow Superpowers → 6 November 2026 Perplexity Rilis Teammates: Tim Agent AI yang Kerja 24 Jam Perplexity Rilis Teammates: Tim Agent AI yang Kerja 24 Jam

komentar / 0

Belum ada komentar. Jadi yang pertama.

Muncul di tengah layar sekali per sesi (5 detik setelah load), ditutup via X / Esc / klik backdrop. -->